kalo dalam water supply engineering, dalam produksi air bersih, dikenal kapasitas terpasang. Artinya adalah jumlah maksimal air bersih yang dapat diproduksi dari sumber tersebut. Misal 100 liter/detik. Kapasitas produksi adalah berapa banyak air yang telah diproduksi dari sumber. Misal 50 liter/detik. Kalau ada perbedaan, maka biasanya ditrace dirunut dulu apa penyebabnya. Bisa dari leakage atau kebocoran, bisa juga dari hal lain.
Om fit, temen kantor saya saat ini mengajukan pertanyaan yang menggelitik hati. Kalau dia punya kapasitas terpasang = A, dan kapasitas produksinya = B, yang jadi pertanyaan adalah kenapa B < A ??
Kalo dalam water supply engineering dikenal adanya metoda water leakage reduction, metoda mengurangi tingkat kebocoran. Kebocoran kan bisa bersumber dari banyak hal. Bisa dari unit pengolahan, bisa juga dari pipa distribusi, pipa transmisi atau pipa retikulasi yang sampai di pelanggan. Tidak ada salahnya kita juga merunut kembali apa yang salah dengan kita kalau kita merasa kapasitas produksi tidak sama atau jauh dibawah kapasitas terpasang kita.
leakage reduction dapat kita lakukan dengan self trace. Mungkin kita yang tidak optimal bekerja, mungkin kita belum memahami betul-betul job desc kita, mungkin kita belum bisa menterjemahkan keinginan bos dengan benar, atau jangan-jangan kita sendiri yang tidak memanfaatkan jam kerja dengan baik dan benar. Jika sistem kerja nya yang belum benar mungkin juga kita belum berupaya memperbaiki sistem tersebut minimal dari diri kita sendiri. Jadi kita lihat lagi job desc kita sebetulnya apa? SOP nya seperti apa? sudahkah kita laksanakan?
Kalaupun kita hanya menjadi seorang kurir pengirim surat, namun kita kerjakan dengan sepenuh hati, maka kita akan menjadi kurir yang profesional, kerahkan semua kapasitas yang kita punya untuk menjadi seorang kurir yang pro. Karena kapasitas seseorang itu tidak dilihat dari jenjang pendidikan, namun seberapa jauh dia bisa bekerja pada job desc nya.
Kita belum tahu seberapa besar kapasitas terpasang kita, maka bekerja lah maksimal untuk sesuai job desc kita. Pemahaman job desc dengan baik, membawa kita pada tingkat produktivitas yang baik, walaupun bos tidak menuntut untuk sejauh itu, tidak ada salahnya kita laksanakan. Tidak ada ruginya kan?

Kasihan kan kalau mesin kita 200 PK hanya dipakai untuk kerjaan 20 PK, sia-sia berinvestasi membeli mesin semahal itu