1. Sebutkan dan jelaskan dua komponen utama return !
Metode yang diterima secara umum untuk menilai perusahaan adalah metode discounted cash flow. Mari kita gunakan model ini.
Image
Model di atas pada dasarnya mengilustrasikan bahwa nilai perusahaan ditentukan oleh arus kas bersih yang diharapkan selama periode operasi yang didiskontokan pada tingkat return yang diharapkan.
Jadi, dua faktor penentu adalah:
(1) besarnya dan timing arus kas bersih yang diharapkan dan
(2) tingkat return yang diharapkan (expected return) sebagai discount rate.
Kita mulai pembahasan dari bagian penyebut (denominator), yaitu tingkat return yang diharapkan sebagai discount rate.
Secara sederhana, tingkat return yang diharapkan terdiri dari dua komponen utama:
Tingkat return yang diharapkan = tingkat return bebas risiko + premium risiko
Tingkat return bebas risiko merupakan return yang diberikan oleh sekuritas yang risikonya hampir tidak ada, seperti :
1. Obligasi Republik Indonesia
2. Surat Utang Negara.
Tingkat return bebas risiko ini menunjukkan return yang diterima karena investor menanggung masalah time value of money, seperti inflasi yang membuat uang tahun depan lebih kecil daripada uang senilai pada saat ini. Dengan demikian, tingkat return bebas risiko ini belum mencakup masalah risiko yang sesungguhnya.
Return adalah imbalan atas keberanian Investor menaggung resiko, serta komitmen waktu dan dana yang telah dikeluarkan oleh investor itu sendiri
Adapun Sumber – Sumber Return Terdidi dari 2 komponen :
1. Yield (pendapatan + nominal )
2. Capital Gain ( Loss )
Dengan demikian REturn Total Investasi adalah = Return Total = Yield + Capital Gains
2. Sebutkan dan jelaskan sumber-sumber risiko yang saudara ketahui !
1. Risiko Suku Bunga
2. Risiko Pasar
3. Risiko Inflasi
4. Risiko Bisnis
5. Risiko Financial
6. Risiko Liquiditas
7. Risiko Nilai Tukar Mata uang
8. Risiko negara ( Country Risk )
3. Jelaskan mengenai risiko sistematis dan risiko tidak sistematis!
(1) risiko sistematis
Risiko sistematis merupakan risiko yang dihadapi oleh semua pelaku ekonomi. Misalnya, tingkat inflasi, tingkat suka bunga, bencana alam, ketidakstabilan politik dan keamanan, dan lainnya yang bersifat makro. Risiko ini tidak dapat dihilangkan melalui diversifikasi portofolio
(2) risiko spesifik.
Risiko spesifik merupakan risiko yang secara spesifik dihadapi oleh suatu aset. Misalkan seoarang investor memiliki saham pada PT Alpha yang memproduksi telepon seluler. Jika strategi pemasaran PT Alpha tidak tepat sehingga produknya tidak diterima pasar atau jika terjadi penyelundupan produk ke negara tertentu oleh oknum, itu adalah risiko spesifik.
Disebut risiko spesifik Karena risiko tersebut belum tentu atau besar kemungkinan tidak dialami oleh perusahaan lain; dengan kata lain, risiko tersebut secara spesifik hanya dihadapi oleh perusahaan tersebut.
Risiko ini pada dasarnya dapat dihilangkan melalui diversifikasi aset. Contoh sederhana, investor yang memiliki PT Alpha tadi juga berinvestasi di PT Charlie yang memproduksi udang. Misalkan pada saat yang sama PT Charlie sukses besar dalam meningkatkan laba, kerugian PT Alpha tadi dapat ditutup oleh keuntungan PT Charlie karena risiko tiap perusahaan adalah spesifik dan independen.



